Archive for the ‘Uncategorized’ Category

tugas daslog 2 ; review buku sosiologi dan filsafat

Buku ini menyajikan beberapa teori Durkheim, serta pandangan dan pemikirannya yang  bukan hanya mengacu pada masalah sosiologi tertentu tetapi juga mengenai masalah-masalah umum yang dihadapi para filsuf. Tulisan-tulisan Durkheim ini menunjukkan dalam hal apa dan sampai sejauh mana sosiologi membutuhkan filsafat, karena Jarang dijumpai bahwa suatu ilmu pengetahuan dalam masa pertumbuhannya tidak merasa perlu dalam berfilsafat guna memperoleh suatu landasan.  Namun filsafat Durkheim berbeda dari filsafat materialis dan organisis sebagaimana selama ini dibutuhkan. Sehingga dengan pengertian ini sosiologisme Durkheim akan dilihat lebih jauh lagi dan merupakan suatu usaha untuk menemukan dan membenarkan, dengan cara baru, kecendrungan-kecendrungan spiritual. Karena menurut Durkheim sosiologi harus membuktikan hak hidupnya, tidak saja dengan riset positif, tetapi juga dengan pembahasan prinsip-prinsip, maka ia terbawa menangani masalah-masalah yang bersifat umum dan sering dijumpai, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengandaikan penerapan filsafat.

Durkheim mencoba untuk melepaskan sosiologi dari pengaruh filsafat dan psikologi, serta mendorongnya menjadi ilmu yang mandiri. Karena menurutnya sosiologi sudah tak bisa lagi dipahami dalam keadaan mental murni, seperti yang diperagakan oleh Comte dan Spencer yang menempatkan dunia ide sebagai pokok persoalan. Sebab itu, Durkheim kemudian membangun sebuah konsep dalam sosiologi yang disebutnya fakta sosial (social facts). Fakta sosial harus menjadi pokok persoalan bagi sosiologi, dia harus diteliti dengan riset empiris. Inilah yang kemudian membedakan sosiologi sebagai kegiatan empiris, yang berbeda dengan filsafat sebagai kegiatan mental. Durkheim juga memusatkan perhatian pada masalah-masalah moral, yaiktu keinginan menjelaskan esensi moralitas, peranan yang dimainkan moral dalam dalam masyarakat, dan bagaimana moral tumbuh dan berkembang dalam mewujudkan cita-cita masyarakat. studi tersebut berhubungan langsung dengan sosiologi moral. Studi-studi tersebut bukan hanya sekedar teoritis tapi lebih bagaimana agar dapat tiba pada kesimpulan praktis yang akan bermanfaat dalam tindakan sosial, dan untuk sampai pada titik ini tidak ada jalan lain selain melalui ilmu pengetahuan positif. Durkheim sangat berhati-hati sekali dalam menghindari mistisisme, dimana nalar manusia dapat gagal sama sekali dalam menolak berdasarkan hasil penelitiannya pandangan-oanangan orang yang mengatakan bahwa dalam masalah moralitas ilmu pengetahuan telah gagal, san menawarkan suatu fondasi bahwa kesadaran it sendiri dalam kenyataannya dibentuk oleh pengamatan positif. Dalm hal ini keinginan Durkheim adalah menyuarakan, bahkan dalam soal moralitas juga, bahasa tertentu dari seorang ilmuwan dan bukan seorang filsuf.

Durkheim sangat menekankan fakta bahwa masyarakat pada pokoknya adalah komposisi ide-ide. Sebagaimana ia katakan bahwa sosiologi harus mengarahkan perhatiannya bukan saja pada bentuk-bentuk materiil tetapi juga dalam keadaan mental. Karena sosiologi adalah studi tentang iklim moral. Melalui kasadaran moral manusia dipersatukan. Keyakinan-keyakinan kolektif adalah tombol vital seluruh masyarakat. tulisan paling awal yang diterbitkan disini adalah indibidual and collective representation, menunjukkan dengan jelas kecendrungan anti materialis. kesadaran kolektif adalah istilah yang diciptakan Durkheim untuk merujuk pada keyakinan bersama dan sikap moral yang beroperasi sebagai kekuatan pemersatu dalam masyarakat.

Durkheim juga membahas mengenai nilai, nilai terdiri dari pengaruh yang dihasilkan oleh sesuatu benda terhadap sensibilitas, padahal sensibilitas tiap-tiap orang sangat berbeda. Sementara orang gemar terhadap sesuatu sedang orang lain justru jijik. Kehidupan pun tak diinginkan semua orang, sebab ada orang yang membunuh—entah karena kewajiban atau kebencian. Bagaimanapun terdapat banyak ragam untuk menghayatinya. ada yang menyukai nilai  yang intens dan komplek, ada yang justru menyukai kesederhanaan.

Ada beberapa jenis nilai yang berbeda. Nilai ekonomi, moral, agama, estetika, dan nilai spekulatif, semuanya berbeda. Usaha mereduksi suatu nilai menjadi nilai lain, ide tentang kebaikan, kecantikan, kebenaran, dan kegunaan, semuanya telah terbukti gagal. Jika apa yang menentukan nilai hanyalah cara sesuatu benda memengaruhi bekerjanya kehidupan sosial, maka keragaman nilai menjadi sukar dijelaskan. Dan juga, jika nilai suatu benda ditentukan oleh tingkat kegunaan sosial atau kegunaan individualnya, maka sistem nilai manusia akan goncang dan berubah dari atas ke bawah.

Selanjutnya ditemukan bahwa semua orang sepakat mengandalkan bahwa nilai suatu benda adalah inheren di dalam, dan menunjukkan hakikat benada itu. Tetapi postulat ini bertentangan dengan kenyataan. Ada banyak keadaan di mana hubungan itu seperti tidak ada di antara ciri khas suatu obyek dengan nilai yang diatribusikan kepada obyek itu.

Benda dikatakan memunyai nilai bila benda tersebut menunjukkan suatu aspek ideal, sedang tinggi-rendah nilai tersebut bergantung pada ideal itu da paa tingkat mana ia mewujudkan ideal itu. Namun demikian, nilai yang diatribusikan kepada ideal itu, tidaklah menjelaskan dirinya sendiri. Ia dipostulasikan, tetapi tidak menjelaskan. Jika ideal itu bergantung pada realitas, maka mustahil untuk untuk menemukan dalam realitas kondisi dan penyebab  yang membuatnya dapat diterima dengan akal.

Singkatnya, jika nilai suatu benda tidak dapat dan tidak pernah ditaksir kecuali dalam hubungannya dengan konsepsi tertentu tentang ideal, maka yang terakhir ini perlu dijelaskan. Agar dapat mengerti bagaiman pertimbangan nilai bisa muncul, tidak cukup hanya dengan mempostulasikan bahwa ada sejumlah ideal tertentu. Asal-usulnya, bagaiman kaitannya satu sama lain, transendensinya, pengalamannya, dan sifat obyektivitasnya harus turut dipertimbangkan.

Cita-cita kolektif hanya dapat dimanifestasikan dan sadar akan dirinya sendiri jika dikonkretkan dalam obyek materiil yang dapat dilihat oleh setiap orang dan bisa ditunjukkan pada setiap pikiran. Dua benda pada adasarnya bisa saja berbeda berbeda atau dilihat dari sudut pandang tertentu tidak sama, tetapi jika mereka mewujudkan cita-cita yang sama maka mereka itu tampaknya sama. Dengan kata lain, masyarakat mensuvbtitusikan dunia yang ditampilkan oleh indra dengan dunia yang berbeda yang merupakan proyeksi cita-cita yang diciptakan oleh masyarakat itu sendiri.

Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa tidak ada perbedaan hakikat. Pertimbangan nilai menunjukkan hubungan sesuatu dengan suatu cita-cita. Cita-cita—seperti halnya benda—adalah suatu realitas yang mempunyai eksistensi tersendiri, walaupun dalam tatanan yang berbeda. Hubungan yang ditunjukkan ini menyatukan dua persyaratan seperti yang berlaku dalam pertimbangan realitas. Jadi, unsur-unsur pertimbangan sama pada keduanya. Namun tidak berarti bahwa keduanya dapat direduksi satu sama lain; mereka serupa karena keduanya adalah produk dari kemampuan yang sama.

Sosiologi positif dituduh hanya memuja fakta dan secara sistematismengabaikan cita-cita. Dan tuduhan ini tidak benar. Fenomena sosial utama, agama, moralitas, hukum, ekonomi, dan estetika, semua itu tidak lebih dari sistem nilai dan karenanya sistem cita-cita. Sejak semula sosiologi bergerak dilapangan cita-cita. Sosiologi tidak menghimpun fakta untuk membangun cita-cita, tetapi sebaliknya, menerima mereka sebagai fakta yang ada, sebagai obyek studi, dan mencoba menganalisis dan menjelaskan. Maka tujuan sosiologi adalah membawa cita-cita, dalam berbagai bentuknya, ke lingkungan alam tanpa memasukkan atribut-atributnya yang khas. Masyarakat memang merupakan bagian dari alam dan ia kini mendominasi alam. Semua kekuatan semesta tidak hanya berkumpul dalam masyarakat, tetapi mereka juga membentuk sintesis baru yang jauh lebih kaya, lebih kompleks, dan lebih kuat daripada masing-masing keuatan tersebut. Singkatnya, masyarakat adalah alam yang mencapai titik lebih tinggi dalam perkembangannya, dan memusatkan segala enerjinya untuk melampaui dirinya sendiri.

tugas dasar-dasar logika

review buku the cashflow quadrant

Buku ini merupakan panduan menuju kebebasan finansial. Buku ini akan memperlihatkan mengapa orang bekerja kebih sedikit namun menghasilkan lebih banyak dan lebih aman secara finansial daripada orang lain, ini hanya masalah mengetahui dari kuadran mana anda berasal. Jika ingin memegang kendali atas apa yang kita lakukan hari ini, untuk mengubah masa depan finansial kita, kita sebaiknya memetakan langkah. Ini adalah Cashflow Quadrant, kita akan dibantu memetakan arah untuk mencapai posisi yang diinginkan di masa depan ketika memilih jalan sendiri menuju kebebasan finansial.

Qyosaki membagi kuadran menjadi empat bagian, yaitu E, S, B dan I. Huruf dalam masing-masing kuadran mewakili:

E untuk Employee ( pegawai)

S untuk Self- employed ( pekerja lepas)

B untuk Business Owner ( pemilik usaha)

I untuk Investor ( penanam modal)

“E” dan “S” yang mengandalkan gaji diletakkan di kuadran sisi kiri, sedangkan “B” dan “I” yang menerima pemasukan dari bisnis atau investasi diletakkan di sisi kanan. Walaupun kebebasan finansial bisa ditemukan dalam keempat kuadran ini, namun keterampilan “B” atau “I” akan membantu mencapai target finansial dengan lebih cepat.

Beberapa karakteristik yang membedakan orang di masing-masing kuadran:

  1. “E” (pegawai). Mereka merupakan orang-orang yang menyukai kata “aman” dan “tunjangan”. Kata “aman” sering digunakan untuk menutupi rasa takut, kalau menyangkut uang atau pekerjaan, banyak orang sangat membenci rasa takut yang mengiringi ketidakpastian ekonomi. Itu sebabnya muncul hasrat akan rasa aman. Kata “tunjangan” berarti orang-orang juga menginginkan semacam imbalan tambahan, kompensasi ekstra yang sudah ditentukan dan dijamin. Seperti jaminan kesehatan atau pensiun, mereka ingin merasa aman dan melihatnya tertulis hitam diatas putih.
  2. “S” (pekerja lepas). Mereka adalah orang-orang yang ingin menjadi bos mereka sendiri. Mereka ingin melakukan apa yang mereka mau. Mereka tidak suka jumlah uang yang mereka hasilkan ditentukan oleh orang lain. Mereka sulit memperkerjakan orang lain untuk melakukan tugas mereka karena bagi mereka tak ada yang sanggup melakukannya dengan lebih baik.
  3. “B” (pemilk usaha). Kelompok ini merupakan lawan dari “S”. Seorang “B” senang memperkerjakan orang-orang pandai dari keempat kategori E, S, B dan I. Tidak seperti kelompok “S” yang tidak suka memperkerjakan orang lain karena menganggap tidak ada yang bisa melakukannya dengan lebih baik, kelompok “B” justru berpendapat mengapa harus melakukannya sendiri kalau kita bisa menyewa orang lain untuk melakukannya bagimu, dan mereka bisa melakukannya dengan lebih baik. Disini mereka hanya membutuhkan sistem, dan orang lain yang akan mengerjakannya.
  4. “I” (penanam modal). Kuadran “I” adalah arena bermain golongan kaya. Investor membuat uang dengan uang. Mereka tak perlu bekerja karena uang mereka bekerja untuk mereka.

Kebanyakan dari kita menempati posisi sebelah kiri kuadran sebagai employee atau self-employee.

Setiap orang dapat sukses di kuadrannya masing-masing.

Perbedaan seorang E, S dan seorang B, I adalah :

Bahwa seorang E, S tidak dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama, sedangkan seorang B, I dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang relatif lama karena aset-lah yang bekerja untuknya.

CONTOH SEORANG E

Kita ambil contoh yang umum terjadi dalam masyarakat, misal seorang pegawai negeri. Apabila seorang pegawai tidak dapat bekerja lagi karena alasan sakit atau usia lanjut, maka seorang pegawai tadi tidak akan mendapatkan uang / gaji mereka, mungkin akan mendapatkan jatah pensiun pada usia lanjut.

CONTOH SEORANG S

Misal seorang pengacara. Apabila seorang pengacara tidak bekerja karena alasan kesehatan, usia lanjut, atau karena adanya bencana yang mengakibatkan dia tidak bisa melakukan pekerjaannya, maka pengacara tersebut tidak akan mendapatkan penghasilan.
CONTOH SEORANG B

Contoh seorang pemilik waralaba ayam goreng Kentucky (KFC). Apabila pemilik waralaba tersebut ingin berlibur ke luar negeri selema satu bulan hingga beberapa tahun, maka bisnisnya akan tetap berjalan dengan baik dan menghasilkan uang. Karena telah memilik sistem yang telah terbukti dapat berjalan dengan sistem yang ada dan karyawannya.

CONTOH SEORANG I

Mari kita ambil contoh seorang deposan. Sama seperti seorang B, yaitu ketika seorang deposan ingin meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama, maka bisnisnya tetap dapat berjalan karena aset-lah yang bekerja untukkya.

Tapi mengapa orang lebih memilih aman daripada bebas? Alasan utama orang mencari keamanan pekerjaan adalah karena itulah yang diajarkan kepada mereka, baik dirumah maupun disekolah. Banyak diantara kita telah terkondisi dari kecil untuk mencari keamanan pekerjaan, bukan keamanan finansial. Dan orang takut untuk berinvestasi karena satu hal, yaitu risiko. Keberhasilan di sisi kanan kuadran membutuhkan pengetahuan tentang uang, yang disebut “kecerdasan Finansial”. Kecerdasan finansial bukan terutama tentang berapa banyak uang yang kau hasilkan, tapi lebih mengenai berapa banyak uang yang kau simpan, seberapa keras uang itu bekerja untukmu, dan berapa banyak generasi yang bisa kau hidupi dengan uang itu.

Orang yang sukses pada sisi kiri kuadran dan sisi kanan kuadran akan sangat berbeda. Orang yang berhasil pada sisi kanan kuadran, karena keberhasilannya ia mempunyai semakin banyak uang dan waktu luang. Sementara orang yang berhasil di sisi kiri kuadran, keberhasilan akan memberi semakin sedikit waktu, meskipun uang bertambah.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa jika ingin cepat kaya dan bebas secara finansial maka bergelutlah di sisi kanan kuadran. Mulailah berinvestasi. Karena di sisi kanan kuadran, kita bisa menghindari membayar pajak secara legal, dan dengan bisa menyimpan lebih banyak uang serta membuat uang itu bekerja untuk kita, kita dengan cepat memperoleh kebebasan. Pajak dan utang adalah dua alasan utama orang tidak pernah merasa aman secara finansial atau tidak pernah mencapai kebebasan finansial. Jalan menuju rasa aman dan kebebasan ditemukan di sisi kanan Cashflow Quadrant. Jika bekerja keras di sisi kiri kuadran, anda akan bekerja keras selamanya. Jika bekerja keras di sisi kanan kuadran, anda punya kesempatan menemukan kebebasan.

Jalan yang disarankan Qyosaki adalah, masukilah kuadran I, jika kau punya banyak uang dan waktu luang. Tapi jika tidak mempunyai banyak waktu dan uang, mulailah dari kuadran B. Mengapa? Karena jika pertama-tama sukses sebagai seorang “B”, anda akan mendapat kesempatan yang baik untuk berkembang menjadi seorang “I” yang kuat. Jangan takut berinvestasi, orang sering berkata investasi berisiko, bukan investasi yang berisiko tapi buta finansial lah yang berisiko. Jujurlah pada diri sendiri, kalau sekarang belum menjadi investor jangka panjang, berusahalah secepat mungkin mencapai status itu. Buatlah rencana untuk mengendalikan kebiasaan mengeluarkan uang. Minimalkan utang dan liabilitas, hidup sesuai kemampuan dan tingkatkan kemampuan. Hitung berapa banyak yang harus diinvestasikan tiap bulan, dengan tingkat bunga yang realistis, supaya bisa mencapai tujuan-tujuan. Hanya dengan mempunyai rencana jangka panjang, mengurangi utang dan menyisihkan sejumlah kecil uang setiap bulan akan memberi banyak waktu untuk berhasil, jika memulai cukup awal dan mencermati apa yang dilakukan. Ambillah langkah yang sederhana, jangan muluk-muluk. Inilah mengapa kita perlu mengenal Cashflow Quadrant, agar kita mempunyai pandangan tentang siapa diri kita, apa minat kita, dan pribadi seperti apa yang kita ingin capai. Semua orang bisa menemukan jalan masing-masing menuju jalur cepat finansial. Dari kuadran manapun.

Daftar Pustaka

Qyosaki, Robert T. 2006. The Cashflow Quadrant. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

baby-baby tikuss yang baru nih…^^

nih ada bebeh, cocoo,,sm anak-anak hiro n mika yang baru lahir,, selamat datang huneyy..cepet gede ya… 😀

tawangmanguuuu

ummm

aku ingin hidup seribu tahun lagi..
menggapai semua mimpi dan cita ku
aku ingin berjuang sekali lagi
mengalahkan rasa takut dan sakit ku

my inspiration. –> sir edmund hillary

Sir Edmund Percival Hillary (Tuakau, 20 Juli 1919—Wellington 11 Januari 2008), adalah seorang pendaki gunung. Ia menjadi terkenal karena ialah yang pertama kali menaklukkan Gunung Everest, puncak tertinggi Pegunungan Himalaya. Mereka sampai ke puncak gunung 8.850 meter pada tanggal 29 Mei 1953, dalam pendakiannya Edmund Hillary dibantu oleh 150 pendaki profesional dtambah 750 orang pendukung perbekalan bersama pemandu Sherpa, Tenzing Norgay.
Sir Edmund Hillary di Antartika.

Setelah berhasil, Edmund Hillary terutama memusatkan perhatiannya untuk memperbaiki kondisi hidup penduduk Nepal, terutama kaum Sherpa.

Sir Edmund Hillary Taklukkan Kutub Selatan
Pada 4 Januari 1958, Edmund Hillary, penjelajah asal Selandia Baru, tiba di Kutub Selatan
Senin, 5 Januari 2009, 07:58 WIB
Renne R.A Kawilarang, Edwin Solahuddin
Sir Edmund Hillary (kiri) saat menaklukkan Everest (AP Photo)
BERITA TERKAIT

* Sir Edmund Hillary Taklukkan Kutub Selatan
* AS-Rusia Kembali Kurangi Senjata Nuklir
* Kapal Tanker Kandas di Shetland Skotlandia
* Pasukan AS Tiba di Bosnia
* Pasukan Perdamaian AS Tiba di Bosnia

VIVAnews – Pada 4 Januari 1958, penjelajah asal Inggris, Sir Edmund Hillary tiba di Kutub Selatan. Hillary adalah penjelajah pertama yang berhasil mencapai wilayah tersebut sejak ekspedisi Kapten Robert Scott pada tahun 1912.

Hillary tiba di Kutub Selatan setelah menempuh perjalanan sepanjang 1.930 kilometer di tengah kondisi cuaca yang buruk. Saat tiba di pusat kutub, tim Hillary hanya memiliki persediaan satu drum bensin untuk bahan bakar kendaraannya. Untuk ekspedisinya saat itu, Hillary menggunakan kereta traktor untuk mengangkut persediaan makanan dan bahan bakar. Dibutuhkan waktu 80 hari bagi Hillary dan timnya untuk sampai ke Kutub Selatan.

Setelah beberapa kali menaklukkan tempat paling ekstrim di dunia, sejak tahun 1960-an Hillary mulai mengabdikan hidupnya untuk kegiatan sosial. Pada tahun 1961 ia mendirikan sebuah yayasan untuk memajukan pendidikan dan kesehatan masyarakat Sherpa. Melalui yayasan tersebut, Hillary membangun sekolah, rumah sakit dan jembatan di kawasan Himalaya.

Pada tahun 1984 hingga 1989, Hillary diangkat oleh pemerintah Selandia Baru menjadi Komisaris Tinggi untuk India yang berkedudukan di New Delhi. Sir Edmund Hillary meninggal dunia pada 11 Januari 2008 di usia 88 tahun.
Sir Edmund Hillary, Hidup dalam Gambar
Sir Edmund Hillary, A Life in Pictures (Foto)
Sir Edmund Hillary, A Life in Pictures (Foto)
Sir Edmund Hillary, A Life in Pictures
Sir Edmund Hillary, A Life in Pictures (Foto)
Sir Edmund Hillary, A Life in Pictures
Sir Edmund Hillary, A Life in Pictures (Foto)
Sir Edmund Hillary, A Life in Pictures (Foto)
More Lebih
News Berita
Photos Foto

Sir Edmund Hillary, A Life in Pictures (Foto)

biarkan aku terbang bebas mengepakkan sayap-sayap harapan
biarkan aku terus berlari hingga kelelahan itu leleh mengikutiku
biarakn aku tertidur hingga aku melupakan semuanya
biarkan aku terlelap dalam damai
biarkan aku merasakan indahnya dunia meski hanya sesaat saja
biarkan aku menatap mentari meski itu sulit sekali
biarkan aku menjalani hidupku dengan tenang
biarkan aku tersenyum meski itu berat
biarkan aku tetap berdiri diatas kakiku

02:25 PM, senin 06/12/2010

ketika aq merasa lelah akan semua ini
bosan dengan semuanya
aq bukan ingin menyalahkan takdir, aq hanya lelah dengan semua ini
aq ingin tetap hidup, namun bukan ini yang aq inginkan..
kapan semua ini bisa berakhir..
aq ingin segera mengakhirinya, aq ingin tidur, terlelap tanpa berpikir
aq ingin menatap matahari, merasakan hangatnya mentari
andai semua harus berakhir, izinkan aq merasakan indahnya berada dibawah sinar mentari Tuhan.. sekali saja dalam hidupku.
izinkan aq mencapai puncak tertinggi gunung di bumi ini
biarkan aq menaklukkan diriku
hingga aku benar-benar terlelap

Mengenal Penyakit Lupus

Penyakit lupus yang dalam bahasa kedokterannya dikenal sebagai systemic lupus erythematosus (SLE) adalah penyakit radang yang menyerang banyak sistem dalam tubuh, dengan perjalanan penyakit bisa akut atau kronis, dan disertai adanya antibodi yang menyerang tubuhnya sendiri. Apa penyebab penyakit ini?

PENYAKIT lupus atau systemic lupus erythematosus (SLE) lebih sering ditemukan pada ras tertentu seperti ras kulit hitam, Cina, dan Filipina. Penyakit ini terutama diderita oleh wanita muda dengan puncak kejadian pada usia 15-40 tahun (selama masa reproduktif) dengan perbandingan wanita dan laki-laki 5:1. Penyakit ini sering ditemukan pada beberapa orang dalam satu keluarga.

Penyebab dan mekanisme terjadinya SLE masih belum diketahui dengan jelas. Namun diduga mekanisme terjadinya penyakit ini melibatkan banyak faktor seperti genetik, lingkungan, dan sistem kekebalan humoral. Faktor genetik yang abnormal menyebabkan seseorang menjadi rentan menderita SLE, sedangkan lingkungan berperan sebagai faktor pemicu bagi seseorang yang sebelumnya sudah memiliki gen abnormal. Sampai saat ini, jenis pemicunya masih belum jelas, namun diduga kontak sinar matahari, infeksi virus/bakteri, obat golongan sulfa, penghentian kehamilan, dan trauma psikis maupun fisik.

Gejala Klinis
Gejala klinis dan perjalanan penyakit SLE sangat bervariasi. Penyakit dapat timbul mendadak disertai tanda-tanda terkenanya berbagai sistem dalam tubuh. Penyakit dapat juga menahun dengan gejala pada satu sistem yang lambat laun diikuti oleh terkenanya sistem yang lain. Pada tipe menahun terdapat masa bebas gejala dan masa kambuh kembali. Masa bebas gejala dapat berlangsung bertahun-tahun. Munculnya penyakit dapat spontan atau didahului faktor pemicu. Setiap serangan biasanya disertai gejala umum, seperti demam, badan lemah, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun.

Diagnosis SLE seringkali sulit ditegakkan karena gejala klinis penyakitnya sangat beraneka ragam. Untuk menegakkan diagnosis SLE umumnya harus dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, menyingkirkan kemungkinan diagnosis penyakit lain. Kedua, mencari tanda dan gejala penyakit yang memiliki nilai diagnosis tinggi untuk SLE.

Berdasarkan kriteria American College of Rheumatology (ACR) 1982, diagnosis SLE dapat ditegakkan secara pasti jika dijumpai empat kriteria atau lebih dari 11 kriteria, yaitu bercak-bercak merah pada hidung dan kedua pipi yang memberi gambaran seperti kupu-kupu (butterfly rash), kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari (photohypersensitivity), luka di langit-langit mulut yang tidak nyeri, radang sendi ditandai adanya pembengkakan serta nyeri tekan sendi, kelainan paru, kelainan jantung, kelainan ginjal, kejang tanpa adanya pengaruh obat atau kelainan metabolik, kelainan darah (berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah), kelainan sistem kekebalan (sel LE positif atau titer anti-ds-DNA abnormal atau antibodi anti SM positif atau uji serologis positif palsu sifilis) dan antibodi antinuklear (ANA) positif.

Kelainan yang paling sering pada SLE adalah kelainan sendi dan kelainan kulit. Sendi yang sering terkena adalah sendi jari-jari tangan, sendi lutut, sendi pergelangan tangan dan sendi pergelangan kaki. Kelainan kulit berupa butterfly rash dianggap khas dan banyak menolong dalam mengarahkan diagnosis SLE.

Pengobatan
Sampai sekarang, SLE memang belum dapat disembuhkan secara sempurna. Meskipun demikian, pengobatan yang tepat dapat menekan gejala klinis dan komplikasi yang mungkin terjadi. Program pengobatan yang tepat bersifat sangat individual tergantung gambaran klinis dan perjalanan penyakitnya. Pada umumnya, penderita SLE yang tidak mengancam nyawa dan tidak berhubungan dengan kerusakan organ vital dapat diterapi secara konservatif.

Bila penyakit ini mengancam nyawa dan mengenai organ-organ vital, maka dipertimbangkan pemberian terapi agresif. Terapi konservatif maupun agresif sama-sama menggunakan terapi obat yang digunakan secara tunggal ataupun kombinasi. Terapi konservatif biasanya menggunakan anti-inflamasi non-steroid (indometasin, asetaminofen, ibuprofen), salisilat, kortikosteroid (prednison, prednisolon) dosis rendah, dan antimalaria (klorokuin). Terapi agresif menggunakan kortikosteroid dosis tinggi dan imunosupresif (azatioprin, siklofoshamid).

Selain itu, penderita SLE perlu diingatkan untuk selalu menggunakan krem pelindung sinar matahari, baju lengan panjang, topi atau payung bila akan bekerja di bawah sinar matahari karena penderita sangat sensitif terhadap sinar matahari. Infeksi juga lebih mudah terjadi pada penderita SLE, sehingga penderita dianjurkan mendapat terapi pencegahan dengan antibiotika bila akan menjalani operasi gigi, saluran kencing, atau tindakan bedan lainnya. Salah satu bagian dari pengobatan SLE yang tidak boleh terlupakan adalah memberikan penjelasan kepada penderita mengenai penyakit yang dideritanya, sehingga penderita dapat bersikap positif terhadap terapi yang akan dijalaninya. Saat ini di beberapa negara telah tersedia penjelasan mengenai penyakit SLE dalam bentuk brosur, bahkan telah berdiri perkumpulan penderita SLE.

Sebelum tahun 1950, SLE merupakan penyakit yang fatal. Namun saat ini dengan pemakaian kortikosteroid yang tepat serta adanya kombinasi dengan obat lain dapat memberikan hasil yang baik. Kematian paling sering disebabkan komplikasi gagal ginjal, kerusakan jaringan otak, dan infeksi sekunder.