Archive for the ‘bahasa indonesia’ Category

konsep iklan

  1. Jakarta – Trend konsumen kini telah berubah. Jutaan orang di seluruh dunia kini telah terhubung sosial media di internet. Perlahan-lahan kebiasaan baru ini membunuh konsep iklan klasik.

    Hal tersebut diungakap oleh Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting dalam seminar bertajuk Sharpening Your Social Media, bertempat di Hotel Inter Continental Jakarta, Kamis (29/4/2010).

    “Sosial  media kini menjadi point of contact paling mesra bagi konsumen,” ujarnya kepada peserta seminar yang berjumlah diatas 100 peserta.

    Ia pun memberi contoh konsep iklan klasik era David Ogilvy, yang menebar brand awarnes kemana-mana. Hal tersebut kini tak lagi efektif. Sebagai gantinya, pendekatan interpersonal ke konsumen melalui sosial media kini lebih penting.

    “Listening first, selling second. Anda harus lebih dekat dengan konsumen, tanpa menyinggung brand,” tambahnya.

    Perbedaan Advertising tahun 1980 vs 2009

    Di tahun 1980, penggunaan media klasik untuk menanamkan brand awareness adalah hal yang efektif. Di tahun itu pengiklan banyak memasang produknya di Surat kabar, radio, TV/Cinema, poster/billboards, dan secara direct marketing.

    Kini, tren tersebut telah berubah. Lalu, media apa yang paling efektif untuk ‘menancapkan kuku-kuku’ sebuah brand di masyarakat? Sebut saja YouTube, facebook, twitter, Google, Yahoo!, aplikasi mobile, in-game advertising, dan masih banyak lagi. Serentetan media tersebut kini mulai banyak digunakan suatu perusahaan untuk memperluas pasar mereka.

    Salah satu contoh perusahaan yang cukup sukses dengan penggunaan strategi sosial medianya adalah Dell. Perusahaan ini membuktikan bahwa Twitter dapat menjadi alat marketing yang ampuh. Dengan rajin menuliskan tweet (status), Dell sukses meraup penjualan luar biasa.

    Outlet Dell pun menggunakan Twitter untuk menginformasikan kabar terbaru, seperti penjualan, kupon dan diskon-diskon yang sedang digelar.

    Dell memposting info-info khusus, sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan konsumennya. Para konsumen berhasil digiring ke situs resmi Dell yang berujung dengan pembelian produk mereka.

    Bagi Dell, Twitter telah menjadi bagian dari operasional marketing perusahaan. Lebih dari 100 pekerja melakukan tweet kepada konsumen mereka masing-masing. Alhasil Dell memiliki 1,5 juta follower, dengan keuntungan akhir tahun mencapai sekitar Rp. 61 miliar.

    Kenalilah Influencer Produk Anda

    Pada suatu kasus, Nukman memberi contoh penggunaan twitter lebih efektif dari pemasangan iklan dimana-mana. Misalnya jika seorang konsumen bertanya kepada jurnalis yang ia follow di twitter, soal merek laptop apa yang cocok dengan dia. Seandainya sang jurnalis menyarankan merek A, pasti konsumen akan ter-persuasif dengan lebih yakin sebelum membelinya.

    Nah, konsep-konsep strategi sosial media seperti ini, dirasa lebih efektif dari pemasangan produk iklan di TV, billboard atau media cetak.

    Maka Nukman pun memberi nasehat kepada peserta seminar yang kebanyakan berprofesi marketing dan PR. “Maka kenalilah influencer produk anda di social media, karena orang ngobrol itu pengaruhnya besar,” paparnya. ( fw / eno )

    Dapatkan berita daerah, gossip & olahraga diHandphone Nokia dengan mengaktifkan layanan Nokia Life Tools

  2. Perkembangan dunia iklan saat ini sebegitu luar biasanya. Konsep yang diusungpun bisa berbagai macam dengan berbagai visualisasi yang menarik. Saya sendiri tidak tahu, sebenarnya apa maksud dari iklan ini, tapi video yang saya lihat ini benar-benar membuat saya tidak bisa beranjak untuk melihatnya sampai selesai. Menarik, penasaran dan suasana mencekam jadi satu… I wanna to know the end…

3. Pesan iklan sudah semestinya bermula dari konsep produk yang kuat, karena memang biasanya yang dikomunikasikan dalam pesan iklan adalah benefit unik produk tersebut. Meskipun demikian seiring berjalannya waktu pemasar dapat saja merubah-rubah pesan iklan, khususnya apabila di mata konsumen benefit yang lama sudah tidak lagi dipersepsi sebagai faktor diferensiasi produk, dan pemasar ingin menggali benefit baru yang berbeda dari produk tersebut. Dalam konteks ini, faktor kreativitas menjadi penting.

Personel kreatif biasanya menggunakan beberapa metode dalam upayanya menelorkan appeal iklan. Dengan mewawancarai pelanggan, dealer, pakar dan bahkan pesaing, pekerja kreatif mampu mengira-ngira benefit atau fitur produk apa lagi yang hendak dipromosikan lantaran relevansinya dengan kebutuhan pelanggan. Cara ini disebut metode induktif.

Sebaliknya, sejumlah pekerja kreatif menggunakan kerangka deduktif untuk menghasilkan pesan iklan. Pembeli mengharapkan produk dapat memberikan salah satu dari empat jenis imbalan (reward): rasional, indrawi, sosial dan pemuasan ego. Pembeli mungkin memvisualisasikan reward ini dalam berbagai jenis pengalaman : results-of-use experience, product-in-use experience, atau incidental-to-use experience. Dengan menyandingkan masing-masing jenis reward dan pengalaman maka didapat 12 jenis pesan iklan. Misalnya, pesan “Mencuci pakaian lebih bersih” dari produk deterjen merupakan janji imbalan-rasional yang dikaitkan dengan results-of-use experience. Sementara kalimat “Asyiknya rame-rame..” adalah janji imbalan sosial yang diikuti dengan incidental-to-use experience.

Semakin banyak konsep alternatif iklan dibuat sebelum menetapkan pilihan akan menelorkan hasil yang lebih baik. Namun makin banyak waktu dihabiskan oleh pekerja kreatif menelorkan sejumlah alternatif iklan, semakin terdongkrak pula biaya pembuatan iklan, belum lagi biaya untuk melakukan pretest masing-masing konsep iklan. Untungnya kemajuan teknologi, khususnya program-program grafis komputer kini sangat memudahkan bagian kreatif perusahaan iklan untuk menyusun dan mendeskripsikan berbagai konsep iklan.

mari menulis :D

Pengemis dan Pengamen Utusan Allah
Kita sepatutnya bersyukur karena Allah menciptakan semua yang ada di dunia ini berpasang-pasangan, siang berpasangan dengan malam, laki-laki berpasangan dengan perempuan, hidup berpasangan dengan mati, kaya berpasangan dengan miskin…
Pasangan-pasangan yang ada di dunia ini sengaja di ciptakan oleh Allah dengan berbagai fungsi dan hikmah yang besar bagi umat manusia yang menjadi rahasia dan keagungan Allah. Seperti halnya keberadaan orang kaya yang berpasangan dengan orang miskin (pengemis) bukanlah suatu kehinaan, te¬tapi sebuah pasangan yang membawa rahmat dan berkah yang seharusnya kita syukuri keberadaannya. Allah dengan sengaja menciptakan pasangan ini karena ingin memberikan kesempatan kepada orang-orang kaya untuk bersedekah kepada orang-orang miskin (pengemis) yang seringkali datang meminta-minta, yang seolah-olah mereka jadikan sebagai pilihan pekerjaan.
Terlepas dari keberadaan mereka yang memposisikan diri sebagai kelompok yang patut dikasihani dan membutuhkan pertolongan, kita harus melihatnya secara lebih arif dan bijak bahwa keberadaan kelompok miskin (pengemis) ini sengaja diciptakan oleh Allah guna memberikan kesempatan kepada pasangannya untuk bersedekah tanpa harus bersusah payah menentukan sasaran. Jika demikian bukankan keberadaan mereka ini patut di syukuri mengingat janji Allah, bahwa siapapun yang bersedekah dengan ikhlas pada jalan yang dikehendakinya maka ia akan dipanjangkan umurnya, dilapangkan rizkinya, dijauhkan dari bencana dan penyakit, bahkan Allah juga berjanji barang siapa yang membelanjakan hartanya pada jalan yang dikehendaki Allah, maka Allah akan melipatgandakan sedekah tadi dengan balasan yang jauh lebih baik. Bukankan berarti keberadaan kaum miskin ( pengemis) tersebut harus di pandang sebagai rahmat yang diberikan oleh Allah untuk memberikan kesempatan kepada pasangannya bersedekah dengan berbagai hikmah yang telah dijanjikan.
Sedekah juga dapat kita artikan sebagai ungkapan rasa syukur atas apa yang telah dititipkan oleh Allah, bahkan didalam alquran Allah juga berjanji “sesungguhnya apabila kamu bersyukur atas nikmatku, maka aku (Allah) akan menambah nikmat itu kepadamu, tetapi apabila kamu mengingkarinya sesungguhnya siksaku teramat pedih”.
Kalau kita memahami firman Allah tersebut dan menyadari hikmah yang diberikah dibalik keberadaan kaum miskin (pengemis) maka kita tidak akan pernah berani memasang tulisan didepan rumah kita yang berbunyi “Pengemis, Pengamen selain hari Jumat gratis”. Seolah-olah tulisan ingin mengatakan bahwa keberadaan kaum miskin (pengemis) tersebut tidak perlu dikasihani. Dengan mesang tulisan tersebut di depan rumah kita merasa bangga karena selain hari jumat kita tidak akan didatangi orang-orang miskin, mengapa kita menjadi manusia yang sangat perhitungan dengan membatasi sedekah pada hari jumat saja, kita seharusnya malu karena Allah tidak pernah menghitung seberapa banyak nikmat yang telah diberika pada manusia, kita seharusnya merasa malu karena telah menolak dan mengatur langkah kaki orang-oang yang telah dipilih Allah untuk datang ke rumah kita, kita tidak sadar bahwa kedatangan mereka adalah ujian yang diberikan Allah untuk melihat apakah kita bersyukur atas nikamat yang selama ini kita terima.
Dalam hati kecil orang awam seperti kita, seringkali terjadi pertentangan ketika melihat ada orang yang oleh Allah dikaruniai badan sehat, tubuh kuat, masih muda tetapi tidak malu untuk meminta sedekah dan mengemis. Sebagai orang yang dipilih oleh Allah untuk mereka datangi kita terkadang merasa terpaksa dalam memberikan sedekah, karena menurut kepatutan kita orang tersebut tidak sepantasnya meminta-minta dan memohon sedekah. Perasaan ini akan selalu muncul setiap kali kita didatangi oleh mereka, hal ini disebabkan karena ukuran tentang segala apa yang ada didunia ini selalu kita sesuaikan dengan ukuran dan kepatutan manusia, kita tidak pernah melihat segala yang ada didunia ini menggunakan ukuran dan kepatutan Allah, sebagai manusia kita terlalu sombong dan tanpa sadar merasa bahwa ukuran dan kepatutan kita dalam berbuat didunia ini lebih baik, lebih rasional, lebih pantas, daripada ukuran dan kepatutan yang telah ditentukan oleh Allah sebagai dasar untuk menata kehidupan umat manusia dan keseimbangan kehidupan di dunia. Kita tidak pernah berfikir secara lebih jauh bahwa sebenarnya Allah telah menggerakkan langkah kaki orang tersebut untuk datang ke rumah kita meminta sedekah, bahwa Allah telah memilih kita sebagai hamba yang dikasihi sehingga mengirimkan orang tersebut ke rumah kita, bahwa Allah sangat memperhatikan kita sehingga memberikan kesempatan untuk bersedekah dengan hikmah yang sangat besar, bahwa Allah ingin menunjukkan kepada kita kalau ukuran dan kepatutan manusia dalam menilai seseorang tidak sama dengan ukuran dan kepatutan Allah.
Sebagai manusia terkadang tidak menyadari betapa besar kasih sayang Allah sehingga merasa terpaksa dalam bersedekah pada orang-orang yang langkah kakinya sengaja dige-rakkan Allah ke rumah kita.
Sebagai hamba yang beriman kita tidak sepatutnya merasa terpaksa dalam bersedekah, kita patut bersyukur karena kita dikarunia oleh Allah rizki yang berlebih. Sering kita tidak menyadari bahwa harta benda yang diberikan oleh Allah sebenarnya ujian kepada kita, apakah mampu menjaga dan membelanjakannya sesuai dengan kehendak sang pemberi rizki. Sering kita lupa bahwa dalam harta yang dititipkan Allah ada sebagian yang menjadi hak kaum miskin (pengemis) yang wajib kita berikan dengan perasaan yang ikhlas dan tidak terpaksa. ***

Solo (Espos)–Sebanyak 33 pengemis, gelandangan dan pengamen berhasil ditertibkan petugas tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Poltabes Solo dalam razia pengemis gelandangan dan orang telantar (PGOT) yang digelar Kamis (4/6).
Informasi yang dihimpun Espos, tim gabungan yang terdiri atas 10 petugas Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), enam petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), satu petugas dari RSJD, dan tiga petugas Panti Wreda Pajang itu, kemarin, berkeliling di jalan-jalan Kota Solo. Fokusnya adalah kawasan Pasar Legi, Monumen 45 Banjarsari, Perempatan Tugu Wisnu Manahan, dan sepanjang Jl Slamet Riyadi dari Kleco hingga Gladak, dilanjutkan ke Jl Jend Sudirman sampai Perempatan Panggung.
Dari operasi tersebut, sebanyak 33 PGOT berhasil ditertibkan. Mereka terdiri atas 11 gelandangan psikotik, 20 pengemis dan dua pengamen anak.
“Tadi mereka semua kami kumpulkan di Panti Wreda Pajang. Selanjutnya, 11 gelandangan yang psikotik kami kirim ke RSJD, 16 orang dipulangkan lewat lurah masing-masing, lima orang ditampung di Panti Wreda, dan satu orang lagi berjanji akan pulang sendiri ke daerah asalnya Wonogiri setelah menerima uang saku dari petugas,” papar Kasi Rehabilitasi Sosial Bidang Sosial Dinsosnakertrans Solo, Suryanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis.

buat makalah ahhh….

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Populasi manusia mempengaruhi keadaan alam. Semakin banyak manusia tinggal di suatu daerah maka kebutuhan hidup juga bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut mereka melakukan berbagai cara tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Hal ini mengakibatkan kerusakan alam khususnya pada lingkungan hidup.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat diambil kesimpulan atau rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian lingkungan hidup ?
2. Apa yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup ?
3. Bagaimana usaha untuk melestarikan lingkungan hidup ?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengetian dari lingkungan hidup.
2. Mengetahui penyebab dari kerusakan lingkungan hidup.
3. Mengetahui usaha-usaha untuk melestarikan lingkungan hidup.

D. Manfaat
Makalah ini di buat agar manusia dapat memahami dan mengetahui cara melestarikan lingkungan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang lebih parah dan manusia memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Sehingga mereka berusaha menjaga komponen-komponen lingkungan hidup saling berinteraksi secara teratur agar dapat mendorong dan membantu kelancaran berlangsungnya proses kehidupan lingkungan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup mencakup lingkungan alam yang meliputi lingkungan fisik, biologi, dan budaya.
Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 23 tahun 1997 pasal 1 menyebut pengertian lingkungan hidup sebagai berikut.
“Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.”
Lingkungan hidup yang dimaksud dalam undang-undang tersebut merupakan suatu sistem yang meliputi lingkungan alam hayati, lingkungan alam nonhayati, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial. Semua komponen-komponen lingkungan hidup saling berinteraksi sehingga dapat mendorong dan membantu kelancaran berlangsungnya proses kehidupan lingkungan. Namun, bila terjadi gangguan dalam satu komponen maka akan membawa pengaruh yang negatif bagi komponen-komponen yang lainnya. Dengan demikian, interaksi berjalan saling merugikan.

B. Bentuk-bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya

Pertumbuhan penduduk dalam jumlah besar telah banyak menimbulkan pencemaran terhadap udara, air, dan tanah yang akhirnya menganggu kehidupan manusia.
Jumlah penduduk yang banyak mengubah lahan hutan menjadi lahan permukiman, pertanian, industri, dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan luas lahan hutan terus mengalami penyusutan dari tahun ke tahun.
Demikian pula kebutuhan tersier yang terus mengalami peningkatan, baik dalam jumlah maupun kualitasnya, menyebabkan industri-industri berkembang dengan pesat. Perkembangan industri yang pesat membutuhkan sumber daya alam berupa bahan baku dan sumber energi yang sangat besar pula. Dengan demikian, cadangan sumber daya alam semakin merosot. Hutan-hutan semakin rusak karena banyaknya pohon yang diambil untuk kebutuhan bahan baku industri.
Perkembangan industri yang begitu pesat telah mengganggu keseimbangan gas karbon dioksida di udara. Pembakaran minyak tanah, bensin, solar, batu bara, untuk menggerakkan pabrik-pabrik. Demikian pula kendaraan bermotor yang menggunakan bensin atau solar sebagai bahan bakar, pembakaran lahan dan kebakaran hutan, dan lain-lain telah menambah jumlah karbon dioksida di udara.
Masalah lingkungan hidup sebenarnya tidak hanya pada emisi gas karbon dioksida. Ancaman banjir setiap musim hujan juga akibat dari perbuatan manusia sendiri yang menebang hutan untuk mengejar keuntungan sesaat tanpa melakukan reboisasi. Hal itu juga dapat mengakibatkan longsor.
Banyaknya populasi penduduk maka banyak pula sampah yang dihasilkan dari kegiatan konsumsi maupun produksi. Rendahnya kesadaaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya akan mengakibatkan pencemaran terhadap tanah. Pencemaran air juga dapat terjadi karena pembuangan limbah-limbah industri dan sampah rumah tangga ke sungai.
Tindakan-tindakan manusia di atas akan menimbulkan berbagai dampak yang sangat merugikan lingkungan dan kehidupan manusia. Flora dan fauna akan banyak yang punah, meningkatnya penyakit pada manusia, penurunan hasil panen, banjir, tanah longsor, kemarau yang berkepanjangan, rusaknya terumbu karang, dan sebagainya.

C. Usaha-usaha Pelestarian Lingkungan Hidup
Beberapa usaha yang dilakukan untuk melestarikan lingkungan hidup antara lain yaitu sebagai berikut.
1. Bidang Kehutanan
Kerusakan hutan yang semakin parah dan meluas diantisipasi dengan berbagai upaya. Beberapa usaha yang perlu dilakukan antara lain :
a. Penebangan pohon dan penanaman kembali agar perlu dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari.
b. Memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar dan memberikan hukuman yang berat kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
c. Melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) dan merehabilitasi kembali hutan-hutan yang telah rusak.
2. Bidang Pertanian
a. Mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya.
b. Pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil.
c. Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan untuk pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman karena pemakaian pestisida dapat mencemarkan air dan tanah.
3. Bidang Industri
a. Limbah-limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan harus dinetralkan terlebih dahulu sehingga limbah yang dibuang tersebut telah bebas dari bahan-bahan pencemar. Oleh karena itu, setiap industri diwajibkan membuat pengolahan limbah industri.
b. Melakukan penghijauan di lingkungan sekitarnya untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industri yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (Karbon monooksida) dan CO2 (karbon dioksida)
c. Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya.
d. Menciptakan teknologi yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
e. Menetapkan kawasan-kawasan industri yang jauh dari permukiman penduduk.
4. Bidang Perairan
a. Melarang pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut.
b. Perlu dibuat aturan-aturan penangkapan ikan di sungai/laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya, dan sebagainya.
5. Flora dan Fauna
a. Menghukum sesuai dengan undang-undang bagi mereka yang mengambil flora dan memburu fauna yang dilindungi.
b. Menetapkan kawasan perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, dan lain-lain.
6. Perundang-undangan
Melaksanakan dengan konsekuen UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan memberikan sanksi hukuman yang berat bagi pelanggar-pelanggar lingkungan hidup sesuai dengan tuntutan undang-undang.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia jauh lebih besar dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses alam. Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia berlangsung secara terus menerus. Kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia terjadi dalam berbagai bentuk seperti pencemaran air, tanah, maupun udara. Semakin banyak jumlah penduduk maka semakin besar pula kerusakan yang ditimbulkan bila tidak disertai dengan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk melestarikan lingkungannya. Dampak dari kerusakan lingkungan misalnya efek rumah kaca, hujan asam, kontaminasi logam berat pada ikan, pelebaran lubang ozon, banjir, longsor dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Ginting, P. dkk. 2000. IPS Geografi SLTP Jilid 1, 2, dan 3. Jakarta : Erlangga.
www.tempo_interaktif.com, Globalisasi : Bumi Makin Panas, diakses Pebruari 2008.
Purwadarminta, W. 1979. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka.