Metode Deskripsi

Metode deskriptif/ deskripsi merupakan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Metode deskriptif tidak lebih daripada penelitian yang bersifat penemuan fakta-fakta seadanya (fact finding). Penemuan gejala-gejala berarti juga tidak sekedar menunjukkan distribusinya, akan termasuk usaha mengemukakan hubungan satu dengan yang lain didalam aspek-aspek yang diselidiki itu.

Metode ini tidak terbatas sampai pada pengumpulan dan penyusunan data, tetapi meliputi juga analisa dan interpretasi tentang data itu. Secara singkat dapat dikatakan bahwa metode deskriptif merupakan langkah-langkah melakukan representasi obyektif tentang gejala-gejala yang terdapat didalam masalah yang diselidiki. Ciri-ciri pokok metode deskriptif:

  1. Memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang ada pada saat penelitian dilakukan (saat sekarang) atau masalah-masalah yang bersifat aktual.
  2. Menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya, diiringi dengan interpretasi rasional yang adequat.

Bentuk-bentuk pokok dari metode ini digolongkan menjadi tiga bentuk, yaitu:

  1. Survei (survey studies)

Survei pada dasarnya tidak berbeda dengan penelitian (research). Reseach memusatkan diri pada salah satu atau beberapa aspek dari obyeknya. Sedangkan suvei bersifat menyeluruh yang kemudian akan dilanjutkan secara mengkhusu pada aspek tertentu bilaman diperlukan studi yang lebih mendalam. Melalui survei, suatu objek diungkapkan secara menyeluruh.

Survei umumnya dilakukan pada sejumlah besar obyek, walaupun tidak berarti semua bentuk survei obyeknya seperti itu. Obyeknya dapat terdiri dari lingkungan suatu bangsa/negara, daerah, sebuah kota, sebuah desa, suatu sistem dan lain-lain.

Bentuk-bentuk survei sebagia bagian dari metode deskriptif antara lain:

  1. Survei Kelembagaan
  2. Analisis Jabatan/ Pekerjaan
  3. Analisis dokumenter
  4. Analisis Isi
  5. Suvei Pendapat Umum
  6. Survei Kemasyarakatan

  1. Studi Hubungan ( Interrelationship Studies)

Beberapa penelitian di bidang ilmu sosial seringkali tidak cukup mendalam jika hanya dilakukan untuk mengumpulkan fakta-fakta sebagaimana adanya. Agar suatu kondisi atau peristiwa dapat dipahami secar baik maka perlu menghubungkan fakta-fakta tersebut secra obyektif. Untuk itu dalam metode deskriptif terdapat beberapa cara penelitian sebagai berikut:

  1. Studi Kasus

Penelitian ini memusatkan diri secara intensif terhadap satu objek tertentu, dengan mempelajari sebagai suatu kasus. Seorang peneliti harus mengumpulkan data setepat-tepatnya dan selengkap-lengkapnya dari kasus tersebut untuk mengetahui sebab-sebab yang sesungguhnya. Data yang terkumpul disusun dan dipelajari menurut urutannya dan dihubungkan satu dengan yang lain secara menyeluruh dan integral agar menghasilkan gambaran umum dari kasus yang diselidiki.

  1. Studi Sebab Akibat dan Perbandingan

Dalam studi ini dilakukan usaha untuk memahami mengapa suatu gejala terjadi atau apa sebabnya suatu peristiwa, keadaan atau situasi berlangsung. Studi ini pada dasarnya bermaksud menemukan hubungan sebab akibat di dalam suatu peristiwa atau keadaan yang sedang atau sudah berlangsung.

  1. Studi Korelasi

Penelitian dengan cara ini bermaksud mengungkapkan bentuk hubunganimbal balik antar variabel yang diselidiki. Intensitas hubungan itu diukur dengan mempergunakan prosedur mathematis dengan menyatakan koefisien korelasi yang bergerak dari -1,00 samapi +1,00. Hubungan korelasi ini dinyatakan dalam tiga bentuk: korelasi positif, korelasi negatif, dan korelasi nihil atau rendah.

  1. Studi Perkembangan (Developmental Studies)

Studi perkembangan tidak sekedar mengenai fakta-fakta pada masa sekarang. Pengelompokannya sebagai bagian dari metode deskriptif karena studi ini bermaksud melukiskan hubungan antara gejala-gejala sebagaimana adanya sekarang dengan fakta-fakta  lain berdasarkan fungsi waktu yang bersifat kontinyu. Untuk itu dapat digunakan dua cara penelitian sebagai berikut:

  1. Studi Pertumbuhan

Studi ini bermaksud menggambarkan pertumbuhan atau perkembangan yang dialami objeknya, baik secara keseluruhan maupun mengenai aspek-aspek tertentu dalam batas waktu yang tertentu pula. Studi ini dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Teknik Longitudinal
  2. Teknik Memotong.
    1. Studi Kecendrungan

Studi ini bermaksud memperkirakan keadaan suatu lembaga atau kemungkinan yang akan terjadi atau situasi yang akan dihadapi di masa mendatang. Penelitian seperti ini termasuk deskriptif kualitatif karena pada tahap permulaan bermaksud menggambarkan fakta-fakta di masa sekarang sebagaimana adanya, yang kemudian dihubungkan dengan perkembangannya di masa lalu untuk mengetahui pola perkembangannya itu sehingga seperti adanya sekarang dilakukan perkiraan tentang kecendrungan keadaan variabel yang diselidiki itu di masa yang akan datang.

Daftar Pustaka

Prof.Dr. Hadari Nawawi. 1995. Metode Penelitian Bidang Sosial. Pontianak: Gadjah Mada University Press.

Slamet, Yulius. 2006. Metode Penelitian Sosial. Surakarta: LPP UNS dan UNS press.