Archive for March, 2011

tugas dasar-dasar logika

review buku the cashflow quadrant

Buku ini merupakan panduan menuju kebebasan finansial. Buku ini akan memperlihatkan mengapa orang bekerja kebih sedikit namun menghasilkan lebih banyak dan lebih aman secara finansial daripada orang lain, ini hanya masalah mengetahui dari kuadran mana anda berasal. Jika ingin memegang kendali atas apa yang kita lakukan hari ini, untuk mengubah masa depan finansial kita, kita sebaiknya memetakan langkah. Ini adalah Cashflow Quadrant, kita akan dibantu memetakan arah untuk mencapai posisi yang diinginkan di masa depan ketika memilih jalan sendiri menuju kebebasan finansial.

Qyosaki membagi kuadran menjadi empat bagian, yaitu E, S, B dan I. Huruf dalam masing-masing kuadran mewakili:

E untuk Employee ( pegawai)

S untuk Self- employed ( pekerja lepas)

B untuk Business Owner ( pemilik usaha)

I untuk Investor ( penanam modal)

“E” dan “S” yang mengandalkan gaji diletakkan di kuadran sisi kiri, sedangkan “B” dan “I” yang menerima pemasukan dari bisnis atau investasi diletakkan di sisi kanan. Walaupun kebebasan finansial bisa ditemukan dalam keempat kuadran ini, namun keterampilan “B” atau “I” akan membantu mencapai target finansial dengan lebih cepat.

Beberapa karakteristik yang membedakan orang di masing-masing kuadran:

  1. “E” (pegawai). Mereka merupakan orang-orang yang menyukai kata “aman” dan “tunjangan”. Kata “aman” sering digunakan untuk menutupi rasa takut, kalau menyangkut uang atau pekerjaan, banyak orang sangat membenci rasa takut yang mengiringi ketidakpastian ekonomi. Itu sebabnya muncul hasrat akan rasa aman. Kata “tunjangan” berarti orang-orang juga menginginkan semacam imbalan tambahan, kompensasi ekstra yang sudah ditentukan dan dijamin. Seperti jaminan kesehatan atau pensiun, mereka ingin merasa aman dan melihatnya tertulis hitam diatas putih.
  2. “S” (pekerja lepas). Mereka adalah orang-orang yang ingin menjadi bos mereka sendiri. Mereka ingin melakukan apa yang mereka mau. Mereka tidak suka jumlah uang yang mereka hasilkan ditentukan oleh orang lain. Mereka sulit memperkerjakan orang lain untuk melakukan tugas mereka karena bagi mereka tak ada yang sanggup melakukannya dengan lebih baik.
  3. “B” (pemilk usaha). Kelompok ini merupakan lawan dari “S”. Seorang “B” senang memperkerjakan orang-orang pandai dari keempat kategori E, S, B dan I. Tidak seperti kelompok “S” yang tidak suka memperkerjakan orang lain karena menganggap tidak ada yang bisa melakukannya dengan lebih baik, kelompok “B” justru berpendapat mengapa harus melakukannya sendiri kalau kita bisa menyewa orang lain untuk melakukannya bagimu, dan mereka bisa melakukannya dengan lebih baik. Disini mereka hanya membutuhkan sistem, dan orang lain yang akan mengerjakannya.
  4. “I” (penanam modal). Kuadran “I” adalah arena bermain golongan kaya. Investor membuat uang dengan uang. Mereka tak perlu bekerja karena uang mereka bekerja untuk mereka.

Kebanyakan dari kita menempati posisi sebelah kiri kuadran sebagai employee atau self-employee.

Setiap orang dapat sukses di kuadrannya masing-masing.

Perbedaan seorang E, S dan seorang B, I adalah :

Bahwa seorang E, S tidak dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama, sedangkan seorang B, I dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang relatif lama karena aset-lah yang bekerja untuknya.

CONTOH SEORANG E

Kita ambil contoh yang umum terjadi dalam masyarakat, misal seorang pegawai negeri. Apabila seorang pegawai tidak dapat bekerja lagi karena alasan sakit atau usia lanjut, maka seorang pegawai tadi tidak akan mendapatkan uang / gaji mereka, mungkin akan mendapatkan jatah pensiun pada usia lanjut.

CONTOH SEORANG S

Misal seorang pengacara. Apabila seorang pengacara tidak bekerja karena alasan kesehatan, usia lanjut, atau karena adanya bencana yang mengakibatkan dia tidak bisa melakukan pekerjaannya, maka pengacara tersebut tidak akan mendapatkan penghasilan.
CONTOH SEORANG B

Contoh seorang pemilik waralaba ayam goreng Kentucky (KFC). Apabila pemilik waralaba tersebut ingin berlibur ke luar negeri selema satu bulan hingga beberapa tahun, maka bisnisnya akan tetap berjalan dengan baik dan menghasilkan uang. Karena telah memilik sistem yang telah terbukti dapat berjalan dengan sistem yang ada dan karyawannya.

CONTOH SEORANG I

Mari kita ambil contoh seorang deposan. Sama seperti seorang B, yaitu ketika seorang deposan ingin meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama, maka bisnisnya tetap dapat berjalan karena aset-lah yang bekerja untukkya.

Tapi mengapa orang lebih memilih aman daripada bebas? Alasan utama orang mencari keamanan pekerjaan adalah karena itulah yang diajarkan kepada mereka, baik dirumah maupun disekolah. Banyak diantara kita telah terkondisi dari kecil untuk mencari keamanan pekerjaan, bukan keamanan finansial. Dan orang takut untuk berinvestasi karena satu hal, yaitu risiko. Keberhasilan di sisi kanan kuadran membutuhkan pengetahuan tentang uang, yang disebut “kecerdasan Finansial”. Kecerdasan finansial bukan terutama tentang berapa banyak uang yang kau hasilkan, tapi lebih mengenai berapa banyak uang yang kau simpan, seberapa keras uang itu bekerja untukmu, dan berapa banyak generasi yang bisa kau hidupi dengan uang itu.

Orang yang sukses pada sisi kiri kuadran dan sisi kanan kuadran akan sangat berbeda. Orang yang berhasil pada sisi kanan kuadran, karena keberhasilannya ia mempunyai semakin banyak uang dan waktu luang. Sementara orang yang berhasil di sisi kiri kuadran, keberhasilan akan memberi semakin sedikit waktu, meskipun uang bertambah.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa jika ingin cepat kaya dan bebas secara finansial maka bergelutlah di sisi kanan kuadran. Mulailah berinvestasi. Karena di sisi kanan kuadran, kita bisa menghindari membayar pajak secara legal, dan dengan bisa menyimpan lebih banyak uang serta membuat uang itu bekerja untuk kita, kita dengan cepat memperoleh kebebasan. Pajak dan utang adalah dua alasan utama orang tidak pernah merasa aman secara finansial atau tidak pernah mencapai kebebasan finansial. Jalan menuju rasa aman dan kebebasan ditemukan di sisi kanan Cashflow Quadrant. Jika bekerja keras di sisi kiri kuadran, anda akan bekerja keras selamanya. Jika bekerja keras di sisi kanan kuadran, anda punya kesempatan menemukan kebebasan.

Jalan yang disarankan Qyosaki adalah, masukilah kuadran I, jika kau punya banyak uang dan waktu luang. Tapi jika tidak mempunyai banyak waktu dan uang, mulailah dari kuadran B. Mengapa? Karena jika pertama-tama sukses sebagai seorang “B”, anda akan mendapat kesempatan yang baik untuk berkembang menjadi seorang “I” yang kuat. Jangan takut berinvestasi, orang sering berkata investasi berisiko, bukan investasi yang berisiko tapi buta finansial lah yang berisiko. Jujurlah pada diri sendiri, kalau sekarang belum menjadi investor jangka panjang, berusahalah secepat mungkin mencapai status itu. Buatlah rencana untuk mengendalikan kebiasaan mengeluarkan uang. Minimalkan utang dan liabilitas, hidup sesuai kemampuan dan tingkatkan kemampuan. Hitung berapa banyak yang harus diinvestasikan tiap bulan, dengan tingkat bunga yang realistis, supaya bisa mencapai tujuan-tujuan. Hanya dengan mempunyai rencana jangka panjang, mengurangi utang dan menyisihkan sejumlah kecil uang setiap bulan akan memberi banyak waktu untuk berhasil, jika memulai cukup awal dan mencermati apa yang dilakukan. Ambillah langkah yang sederhana, jangan muluk-muluk. Inilah mengapa kita perlu mengenal Cashflow Quadrant, agar kita mempunyai pandangan tentang siapa diri kita, apa minat kita, dan pribadi seperti apa yang kita ingin capai. Semua orang bisa menemukan jalan masing-masing menuju jalur cepat finansial. Dari kuadran manapun.

Daftar Pustaka

Qyosaki, Robert T. 2006. The Cashflow Quadrant. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.