Archive for November, 2010

kempo. its my life

Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (PERKEMI)

Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (PERKEMI) Didirikan pada 2 Februari 1966 di Jakarta
Kanselery KONI Pusat
Pintu VI (VIP Timur) Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta 10270
Tel : (62-21) 5712017
Fax : (62-21) 5732704
Email.: erkemi@cbn.net.id">perkemi@cbn.net.id
Website: http://www.perkemi.or.id

Sejarah Shorinji Kempo

Sejak akhir tahun 1959, pemerintah Jepang menerima mahasiwa dan pemuda Indonesia untuk belajar dan latihan sebagai salah satu bentuk pembayaran pampasan perang. Sejak itu secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai tahun 1965, ratusan mahasiswa dan pemuda Indonesia mendapat kesempatan belajar di Jepang. Tidak sedikit di antara mereka itu memanfaatkan waktu senggang dan liburannya untuk belajar serta memperdalam seni beladiri seperti Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga Kempo.

Sepulangnya di tanah air, mereka bukan saja menggondol ijazah sesuai dengan bidang studinya tetapi juga memperoleh tambahan berupa penguasaan seni bela diri seperti tersebut di atas.

Pada tahun 1964, dalam suatu acara kesenian yang dipertunjukkan mahasiswa Indonesia untuk menyambut tamu-tamu dari tanah airnya, seorang pemuda yang bernama UTIN SAHRAS mendemonstrasikan kebolehannya bermain Kempo. Ia datang di Jepang pada tahun 1960 dan tinggal di Tokyo sebagai Trainee Pampasan.
Apa yang didemonstrasikannya itu menarik minat pemuda dan mahasiswa Indonesia lainnya, diantaranya Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita serta beberapa orang lainnya. Mereka lalu datang ke pusat Shorinji Kempo di kota Tadotsu untuk menimba langsung seni bela diri itu dari Sihangnya.

Untuk meneruskan warisan seni bela diri itu seperti apa yang mereka peroleh di Jepang, ketiga pemuda itu, yaitu Utin Sahras (almarhum), Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita, bertekad melahirkan dan membentuk suatu wadah yang bernama PERKEMI (Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia), dan resmi dibentuk pada tanggal 2 Februari 1966. Kini PERKEMI telah melahirkan ribuan kenshi yang tersebar diseluruh Indonesia.

Selain itu merupakan salah satu organisasi induk yang bernaung di bawah KONI Pusat, PERKEMI juga menjadi anggota penuh dari Federasi Kempo se-Dunia atau WOSKO (World Shorinji Kempo Organization), yang berpusat di kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang.

Sejak tahun 1966 sampai tahun 1976, PB. PERKEMI mengadakan pemilihan pengurus setiap dua tahun sekali. Tapi sejak tahun 1976 sampai sekarang masa bakti pengurus berlangsung selama empat tahun.

Sejak didirikannya pada tanggal 2 Februari 1996, PB. PERKEMI telah banyak melakukan kegiatan yang sifatnya lokal, nasional dan internasional. Tahun 1970 telah diselenggarakan Kejauraan Nasional Kempo yang pertama di Jakarta, dan sampai sekarang masih terus berlanjut. Begitu juga dengan Kejuaraan antar Perguruan Tinggi, dimana diadakan pertama kalinya pada tahun 1971 yang sampai sekarang berjalan terus setiap dua tahun sekali.

Selain itu sejak PON IX / 1977 di Jakarta, Kempo termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Nakanao Michiomi – Kaiso

Dlahirkan di suatu desa yang terletak di suatu lereng gunung kecil di daerah administrasi Okuyama tahun, 1911. Anak sulung dari tiga bersaudara, ayahnya adalah seorang pegawai biasa. Michiomi kecil ditinggal ayahnya ketika berumur delapan tahun. Sehingga ia harus mengasuh dua adik perempuannya ketika ditinggal ibunya untuk bekerja menggantikan ayahnya. Akhirnya dua saudaranya di asuh oleh keluarga dari ibu, sedangkan Michiomi pergi ke Manchuria untuk tinggal bersama kakek dari ayahnya. Kakek Michio adalah anggota Kokyuryukai (Perkumpulan rahasia Ular Naga Hitam). Dan ia juga seorang yang ahli dalam seni beladiri (budo). Selama 7 tahun kakeknya mengajarkan permainan pedang dan seni permainan tombak, serta perkelahian tanpa senjata, Jujutsu.

Bulan mei tahun 1926 Ibu Nakano Michiomi meninggal dunia, dan iapun kembali ke Jepang. Dan pada tahun yang sama salah satu saudarinya juga menyusul ibunya, setahun kemudian, 1927, saudara satunya lagi juga meninggal dunia. Bukan suatu kebetulan juga ketika akan kembali ke Cina kakeknya juga meninggal ditahun yang sama. Kini Michiomi tinggal sebatang kara, dan iapun pergi ke Tokyo, yang pada waktu itu terjadi depresi ekonomi setelah PD I. Perekonomian tidak teratur dan angka pengangguran tinggi.

Agen Intelegent

Di usai ke 17 tahun, Januari 1928, Michiomi mendaftarkan diri masuk angkatan perang. Dan ditempatkan di Manchuria sebagai Special Expeditionary Force, agen pasukan khusus. Ditugaskan pada sekolah Taoist yang dikepalai oleh Chen Liang. Seorang anggota rahasia Perkumpulan Zaijia Li, dan kepala perkumpulan Bunga Teratai Putih (Byakuren dalam bahasa Jepang), sekolah tinju Shaolin Utara ( Shorin). Sebagai murid Chen, Michiomi mempelajari kempo (Quan Fa – Tinju), dan juga pertama kali Michiomi berkenalan dengan pengajaran Budha. Pengaruh Budha (Chan-Zen) sangat kental dengan beladiri cina. Manchuria juga yang mengorganisir waktu itu perkumpulan rahasia. Tahun 1931 Nakano Michiomi terkena tipus dan dikembalikan ke Jepang. Bergabung dengan Kesatuan Angkatan Udara I. Ketika latihan terbang malam, ia terkena seranga jantung, dan harus mendapatkan perawatan hingga 6 bulan. Para dokter memperkirakan waktu hidupnya 1 sampai 3 tahun.

Bulan Oktober 1931, Michiomi kembali ke Manchuria dan Chen, ditugaskan sebagai agen intelijen. Karena ia berpikir tidak punya umur panjang, Michiomi memilih untuk melakukan berbagai macam misi. Chen bertanya padanya, mengapa ia menginginkan kematian lebih cepat. Michiomi menceritakan apa yang telah dikatakan dokter kepadanya waktu itu. Chen berkata kepada dia, siapa yang memutuskan hidupmu hanya Cuma setahun? Nasib adalah sesuatu yang Gaib, di luar ken adalah kematian. Kamu tidak akan mati dengan seketika, kamu harus berjuang untuk hidup dengan segala usaha. Aku akan merawatmu mulai hari ini. Michionmi menjalani perawatan dengan pijatan dan teknik akupressur, dalam bahasa jepang disebut Kemyaku iho. Dan dalam istilah ShorinjiKempo sekarang disebut dengan Seiho (seitai jutsu).

Dalam melaksanakan misinya, Michiomi menyamar sebagai gelandangan, menemani Chen. Pada tahun 1932, mereka berada di Beijing, di mana gurunya Chen, Wen Taizong tinggal di sana. Wen waktu itu adalah guru besar dari sekolah Shaolin Utara “Yihemen Quan” , atau Giwamon Ken dalam bahasa Jepang. Pada waktu masih mudah, Wen adalah seorang biarawan kuil Shaolin, dan akhirnya menjadi guru besar menggantikan Huang Longbai. Lalu Wen memperkenalkan Michiomi pada Huang, dan akhirnya mengijinkan menjadi muridnya secara langsung. Huang mengajarkan Michiomi 36 macam kuncian dan teknik gulat naga, yang disebut Longxi Zhuji. Ia juga mempelajari teknik lemparan Wa Hua Quan (Goka Ken, Tinju Lima Bunga), yang akhirnya menjadi dasar prinsip lembut dan keras menjadi satu (Goju Ittai). Setelah mempelajari beladiri dari kakeknya, kemudian menguasai apa yang telah diajarkan Chen, Michiomi menerima semua pelajaran dengan cepat. Wen berpikir telah menemukan seorang yang cukup cakap. Di musim gugur 1936, Wen dan Michiomi menghidiri upacara di kuil Shaolin, Michiomi di angkat menjadi Guru Besar ke 21 dari Yihemen Quan. Wen menamai di “Doshin So”, yang berarti Yang Membantu Jalan Menuju Religius. Dan nama tersebut dipakai sepanjang sisa hidupnya.

Sejak kali pertama bergabung di kuil Shaolin, Doshin amat terkesan dengan lukisan di dinding yang melukiskan Orang India dan Biarawan Cina berlatih dengan menyenangkan dan dilakukan bersama-sama. Metode ini berlawanan denga pelatihan yang selama ini dia lakukan, dan ia mengembangkan gagasan, dimana untuk berlatih harus ada kerja sama dengan pasangannya, untuk kepentingan berdua. Dalam bahasa jepang, konsep ini dinyatakan sebagai “otagai renshu” (berlatih untuk satu sama lain), atau “jita kyuraku” (menikmati dengan orang lain).

Soviet menyerbu Manchuria

Agustus 1945, Soviet menyerbu Manchuria. Angkatan perang Jepang melarikan diri, dan meninggalkan anak-anak dan para wanita di Manchuria. Doshin So merasakan perilaku yang kurang berkenan untuk ikut meninggalkan Manchuria. Akhirnya ia mengalami dua masa pendudukan di Manchuria, yaitu masa Jepang dan masa Soviet. Ia melihat perilaku dari pemenang perang waktu itu, bagaimana cara supaya bisa mempertahankan kedudukannya, tak lain dengan menekan kaum yang lemah. Dan ia pun melihat bagaimana keberanian seseorang untuk melindungi yang lemah dengan bahkan mengorbankan diri mereka. Doshin So mengembangkan pemahamannya, bahwa kualitas seseorang bukan dari kebangsaan mereka tetapi berasal dari individu sendiri.

Ia berkata, ” Di masa damai, orang-orang dapat menyembunyikan karakter mereka asli mereka, mereka dapat menghias karakter masing masing, tetapi ketika kekacauan datang, akan terlihat karakter aslinya, tidak lagi terpengaruh oleh hukum yan ada. Aku mempelajari hal ini dari pengalaman dan penderitaan. Jika kita ingin mencapai kedamaian, tidak ada jalan/cara lain kecuali menegakkan kesadaran hukum yang kuat kuat untuk semua, tidak memihak siapapun.
Aku merasakan hal ini ketika berada di Manchuria. Sehingga jika aku dapat kembali ke Jepang, aku akan membuka sekolah swasta untuk membangun ikatan dan jiwa keberanian, serta kepercayaan di hati orang orang muda”.

Kaiso Ke Jepang

Setelah peperangan seselai, orang-orang yang berada di Cina pulang ke Jepang. So Doshin tetap tinggal di Shenyang bersama teman-temannya di masyarakat Cina. Hubungan dengan orang-orang tersebuty memungkinkan dia kembali ke Jepang lebih cepat. Temen-teman di Cina mencoba untuk membujuk agar tetap tinggal di dalam Negeri China, dengan alasan Jepang telah dihancurkan Sekutu. Kepada teman-temannya Doshin So mengatakan bahwa mungkin Jepang telah hilang, tetapi ia belum pernah hilang, dan masih sebagai orang Jepang. Ia ingin kembali ke Jepang untuk membantu, membangun kembali Jepang. So Doshin mendarat pada Sasebo, daerah di Nagasaki pada tahun 1946. Sepanjang perjalanan pulang tidak jarang ia menggunakan teknik kempo untuk menghindari gangguan dari penumpang yang lain.

Akhirnya Doshin ke kota kelahiran ibunya. Dan menginap di kemenakannya di Osaka. Ia memulai hidup baru dengan menjalankan bisnis produk bahan kimia bersama temannya dari Cina. Dari sini Doshin dapat bertahan hidup dan mendapatkan kenyamanan. Pada waktu yang sama, Doshin melihat penderitaan yang diakibatkan oleh perang, inflasi, kemiskinan, pengangguran, memicu orang melanggar hukum dan orang tidak mau mendengarkan suara hati untuk orang lain. Ia ditawari beberapa lahan di Tadotsu, suatu daerah pedesaan dan pelabuhan di pulau Shikoku, Daerah administrasi Kagawa. Dan akhirnya Tadotsu telah menjadi Mecca untuk Shorinji Kempo.

Mendirikan Shorinji Kempo

Doshin So memulai dengan membangun aula kecil, dan memberi pengajaran dan filosofi pada Oktober 1947. Pada awalnya ia tidak begitu diterima, karena dianggap orang asing di daerah tersebut, dan juga pengajaran yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah ada. Yang datang untuk mendengarkan thanya sedikit, tapi yang kembali lagi lebih sedikit lagi.

Ketika So Doshin sedang mempertimbangkan bagaimana cara yang tepat untuk mengajarkan filosofinya, dalam suatu mimpinya ia bertemu dengan Bodhidharma, berjenggot dan berpakaian seperti biarawan budha, berjalan dengan cepat dihadapan So Doshin, ia berusaha berbicara pada Bodhidharma tetapi tidak dapat mendengarnya, Bodhidharma hanya menunjukkan satu arah dari tangannya, So Doshin berusaha memahami mimpinya. Akhirnya ia memutuskan untuk memberikan pengajaran Zen Budhisme, seperti ketika ia belajar di Kuil Shaolin. Yang kemudian ia gabungkan dengan filosofi yang pernah ia terima.Bukan pengajaran yang berhubungan dengan peperangan untuk memenangkan lawan, tetapi lebih kepada pelatihan jasmani dan peningkatan rohani untuk kemajuan bersama. Doshin akhirnya mengorganisir kembali sistem teknik yang telah ia pelajari sebelumnya dan menyelaraskan dengan pemahamannya akan Zen Budhisme.

Kota Tadotsu sedang dalam kekacauan, banyak penjahat dan pasar gelap setelah perang berakhir. So Doshin mengajarkan teknik kempo kepada muridnya dengan cepat. Dan bersama muridnya turun ke jalan untuk menantang penjahat yang ada di jalanan, karena ia berpikir, dengan pengguanaan teknik yang dikuasai untuk kebaikan hal itu adalah benar. Bersama dengan polisi setempat Doshin So berhasil mengamankan kota.

Untuk memastikan muridnya tidak kembali turun ke jalan, mereka harus bekerja terlebih dahulu. So Doshin mengajarkan teknik Beladiri dengan melatih fisik dalam format Zen. Akhirnya makin banyak murid baru yang bergabung dengan pelatihan tersebut.. Di tahun 1950, Doshin So membentuk perkumpulan yang bersifat religius, tahun 1951, resmi menjadi organisasi “Kongo Zen Sohonzan Shorinji”. Dan membentuk sekolah untuk melatih Shorinji Kempo untuk membentuk pemimpin masa depan waktu itu, yang bernama sekolah Zenrin Gakuen (akademi hutan zen), sebagai awal dari Nihon Shorinji Budo Senmon Gakko (Akademi Shorinji Kempo Jepang), yang sering disebut juga Busen (Budo Senmon).

Sebagian dari diri kalian adalah untuk orang lain, adalah satu pengajaran didalam Busen. Masing-masing individu harus berusaha hidup layak. Semboyan Shorinji Kempo dan Kongo Zen yang dikenal sampai hari ini ” Pikir separuh untuk kebahagiaan milik mu, setengah untuk kebahagiaan dari yang lain” ( Nakaba wa jiko Nakaba wa jiko shiawase wo, nakaba wa hito nakaba wa hito shiawase wo). Selama tahun 1950 an sering mengadakan demonstrasi publik untuk publik, seperti embu taikai, sehingga mempercepat pertumbuhan organisasi. Tahun 1960, Doshin So muncul di televisi nasional, sehingga semakin meningkatkan ketenaran Shorinji Kempo pada publik. Di 1963 membentuk ” Shadan Hojin Nihon Shorinji Kempo Renmei” di kuil Tadotsu, untuk mempelajari Buddhism yang dipelajari selama di kuil Shaolin Kuil, yaitu mempelajari penyelesaian suatu sengketa dengan cara penengahan lewan pengajaran Budha dan mempelajari teknik Beladiri.

Bela Diri Shorinji Kempo Suatu Sistem Pembelajaran Pengembangan Sumber Daya Manusia
Oleh : Joanna Anindhita Dewi | 27-Nov-2006, 13:47:48 WIB

Pada tahun 1928 seorang tentara Jepang bernama So Doshin dikirim ke Tiongkok dalam pasukan ekspedisi tentara Jepang ke Manchuria. Pemuda So Doshin tidak sepaham dengan tidakan Jepang menjajah Negara lain. Lalu ia melarikan dri dari pasukannya. Dalam pengembaraannya, ia bertemu dengan seorang pendeta budha yang membawanya ke Kuil Shiauw Liem Sie.

Setelah sekian lama berlatih, So Doshin diberi penghormatan tertinggi menjadi maha guru ke-21 dan diperbolehkan meninggalkan Kuil Shorinji untuk meneruskan ajaran Siu Lim Kun Pai Fu atau Shorinji Kempo dalam ejaan Jepangnya.

Pemuda So Dhosin memiliki impian membangun Jepang dari kehancuran akibat Perang Dunia II. Beliau meliatih murid-muridnya dengan disiplin yang keras. Namun di balik gemblengan fisik yang keras beliau menempatkan bela diri ini sebagai pengayom hati da jiwa dengan penuh rasa damai dan welas asih bagi para muridnya.

Kenapa Bela Diri Shorinji Kempo merupakan suatu sistem pembelajaran pengembangan sumber daya manusia?

Metode Latihan

Dalam berlatih Bela Diri Shornji Kempo ada 2 proses latihan yang dilakukan secara bersamaan, yaitu gerak fisik melakukan teknik-teknik bela diri Kempo dan olah fikir untuk memahami logika gerakan teknik bela dirinya. Teknik dalam Bela Diri Kempo merupakan gabungan teknik keras : pukulan, tendangan, tangkisan yang disebut Goho dan teknik lunak : kuncian, bantingan, lipatan yang disebut Juho. Kedua teknik di atas harus dilatih secara bersama-sama dan tidaka boleh secara terpisah.

Teknik Bela Dirinya

Teknik bela dirinya diciptakan oleh Pendeta Budha yang bernama Tatmo Cowsu. Tujuan Bela diri Kempo diciptakan pada masa itu adalah untuk melatih para biksu sehinggan mampu menyebarkan agama budha pada saat tu dengan tantangan yang dihadapi baik dari kondisi alam maupun manusianya. Di dalam falsafah Bela Diri Kempo tedapat ajaran : Fusatsu Katsuji, yakni dilarang membunuh tapi memperlakukan secara manusiawi. Teknik bela Diri Kempo mengutamakan bertahan dan menyerangnya disesuaikan. Bila musuh bias dikalahkan dengan teknik kuncian saja, maka tidak harus menggunakan teknik keras, pukulan atau tendangan.

Sistem Ujian Kenaikan Tingkat

Ada 2 hal yang diujikan dalam ujian kenaikan tingkat, yakni ujian teori dan ujian praktek. Ujian praktek adalah menguji ketrampilan fisik seorang kenshi (atlet Kempo). Sedangkan ujian teori untuk menguji pemahaman dan logika dari teknik Bela Diri Kempo serta memahami sejarah dan falsafah bela Diri Kempo. Sehingga seorang kenshi tidak semata-mata hanya menjadi seorang jagoan bela diri saja.

Latihan Kepemimpinan Organisasi

Seorang kenshi selain mahir/menguasai teknik Bela Diri Kempo juga harus memiliki ketrampilan manajerial. Mereka tidak boleh semata-mata mengikuti latihan hanya untuk menguasai teknik bela dirinya. Jadi, seorang kenshi juga dipersiapkan untuk menjadi pengurus dan asisten/pelatih dojo tanpa kecuali di mana hal ini secara tidak langsung memberikan pengalaman berorganisasi dan latihan kepemimpinan.

Tujuan Akhir

Pembelajaran dalam Bela Diri Kempo menyentuh beberapa aspek, yaitu Aspek Fisik, untuk kebugaran dan menjada kesehatan tubuh, Aspek Metal, untuk membangun karakter pribadi yang rendah hati dan berjiwa sportif, dan Aspek Kepemimpinan, di mana setiap kenshi sejak dini dididik dan dipersiapakan untuk mengembangkan kemampuan memimpin yang ada dalam dirinya.

tugas TIK 4 november 2010

TUGAS 4 November 2010

1. Persamaan dan perbedaan jaringan internet dengan jaringan dalam sosiologi
2. Hal yang menarik dari situs jejaring sosial (facebook, Twitter dll) dalam perannya membangun sebuah jaringan sosial komunitas / masyarakat di dunia maya

  • Pengertian Jaringan Internet dan Ilmu Sosiologi

Salah satu teknologi yang sungguh fenomenal adalah Internet. Sebuah Jaringan yang begitu kompleks namun sungguh mengagumkan maka kita sebut sebagai Jaringan Internet. Internet adalah jaringan komputer yang bisa dikategorikan sebagai WAN, menghubungkan berjuta komputer diseluruh dunia, tanpa batas negara, dimana setiap orang yang memiliki komputer dapat bergabung ke dalam jaringan ini hanya dengan melakukan koneksi ke penyedia layanan internet (internet service provider / ISP) seperti Telkom Speedy atau IndosatNet. Internet dapat diterjemahkan sebagai International Networking (jaringan internasional), karena menghubungkan komputer secara internasional, atau sebagai internetworking (jaringan antar jaringan) karena menghubungkan berjuta jaringan diseluruh dunia.

Istilah sosiologi pertama kali dikemukakan oleh Auguste Comte. Sesungguhnya sosiologi berasal dari kata Latin “Socius” yang berarti kawan ( dapat juga diartikan sebagai pergaulan hidup manusia atau masyarakat), dan kata Yunani “Logos” berarti kata atau pembicaraan sehingga akhirnya berarti Ilmu. Jadi secara sederhana ilmu sosiologi adalah suatu ilmu yang berbicara mengenai masyarakat. Pada awalnya sosiologi merupakan bagian dari filsafah social yang jujga membahas masyarakat. Hanya saja, pada saat itu sosiologi belum memiliki satu metode ilmiah yang berdiri sendiri. Baru pada abad ke- 19, Auguste Comte memelopori lahirnya sosiologi sabagai ilmu yang berdiri sendiri. Ia adalah orang yang pertama kali memakai kata “sosiologi”. Sosiologi baru berkembang menjadi ilmu setelah Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi.

1. Persamaan Jaringan Internet dan Jaringan dalam Ilmu Sosiologi

Jaringan ilmu sosiologi menitikberatkan pada masyarakat dengan focus pada hubungan antar manusia dan proses yang terjadi dalam hubungan tersebut dalam masyarakat. Hampir sama halnya juga dengan jaringan internet, jaringan internet juga terfokus pada masyarakat. Semua kebutuhan mengenai hidup manusia sudah tersedia di internet, mulai dari pakaian yang dapat dibeli dengan online, alat – alat elektronik, makanan, dan lain sebagainya, terdapat dalam beberapa komunitas, ratusan bahkan ribuan atau malah jutaan yang menyediakan kebutuhan yang diinginkan. Semuanya itu ditujukan bagi semua kalangan masyarakat yang sedang mencari atau membutuhkan benda – benda atau barang – barang sesuai keinginan mereka.

Jaringan internet dengan jaringan ilmu sosiologi sama –sama merupakan ilmu pengetahuan yang umum, bukan ilmu pengetahuan yang khusus, artinya kedua ilmu tersebut dapat dipelajari oleh siapa saja, dan kapanpun juga, karena keduannya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat luas. Jaringan internet obyeknya pada pengguna masyarakat, sedangkan jaringan ilmu sosiologi juga sudah berkembang sejak lama dikalangan masyarakat, intinya masyarakat adalah obyeknya. Kedua jaringan ini juga sama – sama mempunyai alat yang disebut komunikasi, hanya saja dalam jaringan internet alat komunikasi yang digunakan adalah masin – mesin atau alat yang dibuat khusus agar tercipta sebuah komunikasi tanpa langsung bertemu, sedangkan dalam jaringan ilmu sosiologi alat yang digunakan adalah bahasa.

–         Dalam parakteknya kedua jaringan ini membutuhkan hubungan timbal balik antar individu.

–         Kedua jaringan ini memiliki objek yang sama yaitu manusia.

–         Kedua jaringan ini memiliki prinsip yang sama yaitu butuh dan sekaligus memunculkan komunikasi antar objeknya.

–         Kedua jaringan ini memberikan pengaruh terhadap perkembangan masyarakat.

C. Perbedaan Jaringan Internet dan Jaringan dalam Ilmu Sosiologi

Walaupun jaringan internet dengan jaringan ilmu sosiologi ini mempunyai persamaan, akan tetapi tidak dipungkiri juga terdapat perbedaan yang mencolok dikeduanya. Sebut saja dalam hal komunikasi, jaringan internet melakukan komunikasi dengan tanpa bertatap muka secara langsung, sedangkan dalam jaringan ilmu sosiologi diperlukan komunikasi secara langsung. Mungkin dalam jaringan internet dapat lebih efisien dikarenakan pengguna tidak harus pergi ke tempat yang dituju, sedangkan jaringan ilmu sosiologi harus melakukan pertemuan sacara langsung agar dapat mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Itu baru satu mengenai perbedaan jaringan internet dengan jaringan ilmu sosiologi, lainnya mengenai informasi pribadi. Dengan tanpa bertatap muka secara langsung, banyak pengguna di internet yang tertipu dalam hal membeli sesuatu misalnya, lain halnya dengan jaringan sosiologi yang langsung betatap muka.

–          Sosiologi merupakam ilmu murni, sedangkan pada internet lebih banyak menggunakan penerapan.

–          Interaksi yang ada dalam ilmu sosiologi adalah interaksi langsung dan di dunia nyata, sedangkan di jaringan internet interaksi yang terjadi bersifat abstrak dan di dunia maya.

–          Dalam sosiologi yang berhubungan langsung dengan masyarakat berpengaruh pada tatanan sosial masyarakat, sedangkan internet memiliki pengaruh pada budaya masyarakatnya

Jadi intinya dalam jaringan internet dapat lebih efisien dalam melakukan sesuatu untuk para pengguna masyarakat, sedangkan untuk jaringan ilmu sosiologi sendiri juga lebih menguntungkan karena bertatap muka secara langsung, menambah lebih akarap antar sesama. Jadi masyarakatlah sendiri yang memilih, apakah dengan jaringan internet atau jaringan ilmu sosiologi sesuai dengan kemampuan masyarakat sendiri.

2. Hal yang menarik dari Situs jejaring Sosial (facebook, Twitter dll) dalam peran nya membangun sebuah jaringan social komunitas / masyarakat di dunia maya

Hal yang paling menarik dari facebook adalah cara mengakses yang mudah, komunitasnya banyak karena terkenal di seluruh dunia, selain itu dapat digunakan sebagai sarana komunikasi, mencari relasi atau berbisnis, atau mungkin dapat juga sebagai ajang mencari jodoh, karena di dunia facebook kita bebas berekspresi dan mengutarakan perasaan jadi banyak yang mennggunakannya  sebagai tempat berbagi cerita dan meminta saran, tentu hal yang tidak terlupakan adalah menggunakan facebook sebagai sarana menggalang kegiatan soaial.

Perannya dalam membangun cyber society jelas terlihat dari keberadaannya yang menyedot banyak perhatian muda-mudi untuk menjelajahi dunia internet, dengan kata lain situs-situs jejaring social sebagai komoditas utama meraih simpati orang untuk masuk ke masyarakat dunia maya. Hal tersebut dapat juga dikatakan sebuah kemajuan karena kita semua tahu, ini adalah era informasi. Informasi terus bergulir seiring dengan detik waktu yang berjalan. Kita dapat mengetahui berbagai informasi dari belahan bumi lain dengan cepat. Informasi terus mengalir tanpa mengenal batas, ruang dan waktu. Ilmupun akan berkembang dengan pesat, dan tersebar keseluruh penjuru dunia. Internet merupakan sarana yang sangat vital bagi negara-negara maju. Internet merupakan media yang sangat penting. Sumber bagi segala informasi yang sangat bermanfaat. Internet dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu sebagai sarana promosi yang tepat untuk bisnis mereka, ia menjadi referensi dan patokan seseorang untuk mengambil keputusan, sehingga ia mengambil keputusan yang tepat. Di Amerika memakai internet saat hendak membeli mobil atau membuat keputusan finansial atau investasi penting.
Jelas sekali disini internet berperan sebagai media untuk kemajuan sebuah peradaban. Terkadang orang yang belum mengenal internet dicap sebagai orang yang tertinggal (ketinggalan zaman). Di era globalisasi ini seseorang dituntuk untuk selalu mengikuti perkembangan zaman, jika seseorang tersebut tidak bisa mengikutinya maka ia akan tersisih dari kehidupan ini. Internet tidak hanya berperan sebagai media informasi, namun juga sebagai penghubung agar jalinan tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik antara kita dan teman kita, yang mungkin sekarang ia berada benua lain. Dengan hadirnya internet didalam suatu masyarakat akan berdampak pada majunya suatu masyarakat tersebut, meningkatkan produktivitas, kecerdasan, mutu pendidikan (yang akan dibahas pada sub bab internet untuk pendidikan). internet juga berperan penting dalam pemikiran manusia dewasa ini. Dengan internet manusia dapat membentuk, membuka, dan menyumbangkan pemikiran terhadap dunia ini.

Melalui internet kita bisa menjalin suatu pertemanan dengan siapa saja baik dengan orang yang sudah kita kenal maupun dengan orang yang sama sekali belum kita kenal. Saat ini di internet banyak sekali kita temui situs yang memberikan kita kemudahan untuk melakukan interaksi dengan dunia luar, seperti yahoo, friendster, facebook, twitter, dan masih banyak lagi. Di situs jaringan pertemanan seperti friendster, facebook, twitter bila kita membuat suatu akun dan di profilnya kita memasang foto yang bagus walaupun terkadang ada saja orang-orang tertentu yang sengaja memasang foto orang lain yang lebih menarik di profil mereka, maka hal ini akan menimbulkan daya tarik untuk orang lain yang melihatnya dan orang tersebut akhirnya penasaran lalu mengirimkan suatu pesan pertemanan kepada orang yang menarik perhatiannya itu. Setelah permintaan pertemanan tersebut direspon maka kedua orang tersebut akan menjalin suatu pertemanan walaupun hanya di dunia maya tetapi mereka merasa senang dan asyik-asyik saja, bahkan adanya juga yang sampai berpacaran walaupun kenyataannya mereka tidak pernah bertemu dan konsekuensinya adalah kalau kedua orang tersebut saling bertemu dan ternyata tidak seperti yang diharapkan maka bisa saja timbul kekecewaan

selain itu Internet juga sebagai Pengembangan Komunitas karena Manusia selalu menghadapi masalah, terkadang ia tidak bisa menghadapinya sendiri, dan terkadangpula ia bisa menyelesaikanya sehingga ia mendapatkan pelajaran dari kehidupan ini.
Saat kita menghadapi masalah (biasanya tentang pekerjaan) kita memerlukan seseorang atau bahkan sekelompok orang untuk membantu kita. Karena itulah kita sangat perlu yang namanya bersosialisasi didunia maya sekalipun. Dengan adanya milis kita bisa bertanya kepada komunitas kita tentang masalah yang kita hadapi, dan seseorang yang mendapat pelajaran dari sebuah kehidupan akan berbagai dengan kita. Untuk social networking saya mengambil contoh Friendster. Siapa yang tidak kenal friendster? Semua orang tahu tentang friendster, dari mulai pelajar SMP hingga mahasiswa, dan bahkan para karyawan dan pebisnis pun menggunakanya.
Friendster merupakan fasilitas yang ada di dunia maya untuk bergaul. Didalam Friendster kita bergaul dengan berbagai karakteristik orang. Dalam Friendster kita juga bisa mencari teman berdasarkan tempat tinggal, berdasarkan pekerjaan atau yang lainya, mengirim pesan juga dapat dilakukannya, membuat komunitas sendiri, membuat blog, album foto dan bahkan berbisnis.
Inilah cara bersahabat didunia maya, kita bisa bersahabat dengan orang tanpa memandang suku, agama, golongan dan juga warna kulit. Bergaul dengan menjunjung tinggi toleransi dan rasa hormat, sesuatu yang sangat indah.